Waspadai Virus Nipah: Kenali, Cegah, dan Lindungi Diri Sejak Dini

Dalam beberapa waktu terakhir, Virus Nipah kembali menjadi sorotan dunia menyusul laporan kasus di India dan Bangladesh. Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi infeksi pada awal 2026 dan segera melakukan pelacakan kontak serta pengawasan ketat. Meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran luas masih rendah, kemunculan kasus ini kembali mengingatkan pada tingginya tingkat kematian virus Nipah dan ketiadaan vaksin maupun obat khusus.

Virus Nipah masuk dalam genus Henipavirus, sekelompok dengan virus Langya dan virus Hendra, yang juga menyerang hewan dan bisa menular ke manusia. Hewan yang menjadi pembawa pertama virus ini adalah kelelawar buah yang termasuk dalam famili Pteropodidae.

Wabah Virus Nipah pertama kali terjadi di peternakan babi di desa dekat sungai Nipah, Malaysia tahun 1999 dan menyebar hingga ke Singapura. Wabah ini terjadi akibat adanya penebangan hutan secara besar-besaran yang menyebabkan banyak kelelawar berpindah mendekati area peternakan dan kemudian menularkan virus Nipah ke babi.

Virus Nipah adalah infeksi virus berbahaya yang bisa menyebabkan radang otak. Penularan virus Nipah terjadi dari hewan ke manusia. Penularan ke manusia dapat terjadi melalui:

1.  Konsumsi buah yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar;

2.  Minuman alami (seperti nira/air sadapan) yang tidak dimasak;

3.  Kontak dengan hewan perantara yang terinfeksi;

4.  Penularan antar manusia, terutama melalui cairan tubuh saat merawat orang sakit.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal sering menyerupai flu biasa, sehingga kerap tidak disadari, yaitu berupa:

1.  Demam;

2.  Sakit kepala;

3.  Nyeri otot;

4.  Mual atau muntah.

Jika kondisi memburuk, dapat muncul:

1.  Sesak napas;

2.  Penurunan kesadaran;

3.  Kejang;

4.  Radang otak (ensefalitis).

Penyakit dapat berkembang cepat dan berisiko tinggi menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani.

 

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan Masyarakat

Pencegahan adalah kunci utama. Beberapa langkah sederhana namun penting yang bisa dilakukan adalah:

1.     Cuci dan kupas buah sebelum dikonsumsi;

2.     Hindari memakan buah yang jatuh ke tanah atau rusak;

3.     Jangan mengonsumsi nira atau minuman hasil sadapan mentah;

4.     Hindari kontak langsung dengan kelelawar dan hewan sakit;

5.     Gunakan masker dan jaga kebersihan tangan saat merawat orang sakit;

6.     Segera ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala setelah kontak berisiko.

 

Kapan Harus Segera ke Fasilitas Kesehatan?

Segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami demam dan gejala lain setelah:

1.     Kontak dengan hewan liar

2.     Mengonsumsi buah/minuman mentah

3.     Merawat orang dengan gejala serupa

 

 

Sumber :

www.halodok.com

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Nipah di Indonesia. 2021

Web Administrator - Penata Layanan Operasional
 

Kunjungi Kami

Puskesmas Penfui Kupang
PuskesmasOebobo Kupang
Jln. Palapa
Kelurahan Oebobo
Kecamatan Oebobo-Kota Kupang
Nusa Tenggara Timur
Telpon :  (0380) 8439352